Ternyata Sumbangsih Penduduk Mesir Berperan Membesarkan Aset Universitas Al Azhar

wakaf al azharAl Azhar pertama kali dibangun pada tahun 970 M oleh Jauhar As Siqli dari Dinasti Fathimiyah. Nama Al Azhar diambil dari nama anak Rasulullah SAW yaitu Fathimah Az Zahra. Setelah Mesir ditaklukkan oleh Salahuddin Al Ayyubi, Al Azhar berubah haluan dari pusat pendidikan Syiah menjadi pusat pendidikan Suni hingga saat ini. Al Azhar memiliki aset wakaf yang sangat besar dan berasal dari dua sumber yaitu dari pemerintah Mesir yang dimulai oleh Khalifah Al Hakin bin Amrillah dan sumbangsih masyarakat Mesir.

Sejak dahulu kala masyarakat Mesir sangat antusias mewakafkan hartanya untuk kemajuan Al Azhar. Salah satunya adalah Maulana Al Khuri yang mewakafkan tanah-tanahnya, Syamsuddin bin Muhammad bin Abdul Wahab mewakafkan uangnya untuk membangun madrasah-madrasah di bawah Al Azhar dan juga dana untuk menggaji tenaga pengajar di Al Azhar.

Berkat wakaf dari Muslim Mesir, Universitas Al Azhar memiliki aset wakaf produktif yang beragam antara lain beberapa rumah sakit yaitu Rumah Sakit As Sayyid Jalal Al Jami’ dan Rumah Sakit Thal’at. Yayasan Shalah Kamil mewakafkan uang tunai 20.000 pound setiap tahun untuk keperluan Fakultas Perdagangan Al Azhar dan membangun gedung sebagai pusat kajian ekonomi Islam. Beberapa ulama dan orang kaya Mesir juga mewakafkan harta bendanya seperti gedung asrama mahasiswa, perpustakaan, dan gaji untuk setiap orang yang bekerja di sana.

Wakaf Al Azhar Mesir adalah contoh bagaimana pengelolaan wakaf produktif yang terus menghasilkan dan mengalirkan pahala sekaligus berperan pada kemajuan Mesir secara keseluruhan.

@gelombangwakaf.id gerakan kebaikan bagian dari Rumah Zakat dan Rumah Wakaf

DONASI WAKAF